Lama sih tapi asyik juga buat diinget inget :)
 |
| KL, Melaka, SG |
NAAAAH LAWAAAS
barusan kepikiran ngumprek ngumprek blog lama.
Kangen juga nulis blog lagi, ihirr kayak blogger beneran aja
Ketiga foto diatas sebenarnya udah cukup lawas, foto itu diambil bulan Oktober 2012, pas melancong ke negeri tetangga, Malaysia dan Singapura.
Beberapa tahun lalu emang lagi ngetrend banget melancong dengan metode tas ransel ke luar negri. Keren banget kan bisa survive di negeri orang, benar benar menjadi orang asing beneran, bukan orang yang diasingkan atau mengasingkan diri dari hal yang harusnya gak asing,
syuut.
BERANGKAT
Kalo pengen keren sih ngakunya backpackeran, padahal yaa kesana numpang biro. sebenarnya juga gak biro. Jadi, salah satu temen ayah itu seneng banget jalan jalan, nah yang biasanya berkutat sekitar Bali-Jogja-Bandung-Jakarta dsb tiba tiba punya rencana baru: nyebrang ke negara tetangga,
yeeeey!
Berangkat dari rumah ke surabaya jam 12 malem, karena pas itu bertepatan sama wisudanya kakak dan si icen udah di
krasan jember. Jadi berangkat berdua aja. Perjalanan Malang-Sby lancar banget pas itu (yaeyalah jam segitu). Nyampe Surabaya jam 2 lewat. Karena jadwal Boardingnya masih jam 4, jadi nganggur dulu di depan agak lama.
Sekalian nunggu muter muter bandara, beli permen, persiapan dari pada ntar nyampe tujuan jadi jetlag dsb. gak ada yang asik di bandara pas itu, sepi. gak ada kedatangan atau keberangkatan sepagi itu. mungin ada beberapa staff bandara yang lalu lalang di sekitar.
Jam 4 boarding, jadwal penerbangan paling awal, kalo tidak salah penerbangan QZ8276 pukul 05.35 WIB, datang pukul 09.10 WITA (waktu malaysia itu sama seperti WITA). Pas itu sempat bingung, bukannya malaysia itu ada di semenanjung melaka, atasnya Aceh (hahaha ketauan ips nya paraah). Ternyata anggepan itu salah, malaysia itu sama seperti kalimantan GMT +8.00
 |
| padahal malaysia lebih deket dari sumatra kan ketimbang kalimantan |
"Kopernya kosong yaa, pasti niatnya mau belanja ini ke Malaysia", celetuk pegawai boarding pas koper ditimbang. Dengan batas wajar pesawat ekonomi reguler 15 kg per penumpang, ternyata koper yang 'ditimbang' cuma 3 kg.
Nyengir aja. Padahal pas itu di dompet cuma ada 3 ringgit malaysia, 2 dollar 4 cent singapura dan 20 bath. Itupun uang
lecek beberpa tahun lalu yang mungkin udah gak berlaku di negaranya. Tapi seenggaknya kan bawa pegangan, hahaha
Sebetulnya emang pas itu kopernya bener bener kosong, mungkin cuma isi charger hp dll, yang lain udah masuk ransel besar yang bisa dibawa ke kabin.Langkah selanjutnya masuk ruang tunggu, sholat dulu, cuci cuci muka dulu (berangkat dari rumah gak mandi soalnya hahaha).
Selepas nunggu untuk beberapa waktu akhirnya masuk juga ke dalam ruang imigrasi, dikasi cap keluar dari Indonesia. Nah berarti sekarang udah gak di wilayah negara apapun secara hukum, hihihi asik. Oh iya tapi sebelum itu lewat ruang sterilisasi (bikin istilah sendiri), jadi pensterilan dari barang barang yang tidak boleh dibawa ke kabin seperti cairan (air minum, pasta gigi, parfum dsb), senjata berapi dll.
Masuk ke kabin, unyu juga ternyata Air Asia. Kabinnya kecil, interiornya didominasi warna putih kursinya hitam, lumayan nyaman buat kelas ekonomi, seenggak nya kalau kabinnya kecil :)
Saat terbang lebih kurang 2 jam, mata benar benar dimanjakan dengan pemandangan dibawahnya. Indonesia memang zamrud khatulistiwa! alamnya terlihat terbentang hijau.
Nah pas udah hampir sampai di Malaysia, terlihat perbedaannya, di malaysia tanahya di dominasi tanah merah dan gunung kapur, vegetasinya sepanjang terlihat didominasi kelapa sawit.
HARI 1 - Selamat Datang di Malaysia
Dan akhirnyaaa Sampailah pada negeri diraja malaysia. Karena Air Asia itu maskapai milik Malaysia, jadi maskapai tsb memiliki bandara khusus sendiri, yakni di KLIA di Sepang, negara bagian Selangor
 |
gak sempat foto, ini KLIA. ambil dari wikipedia
|
Dari bandara, langsung dijemput sama abang (pak) Murad. Pak Murad adalah local guide kami, asli orang malaysia. Pak Murad berperawakan khas malaysia. Beliau adalah orang yang ramah, lancar bercakap Indonesia (Lebih banyak memakai bahasa melayu) dan memiliki banyak wawasan tentang Indonesia. Dan tentunya sebagai warga malaysia yang sesungguhnya, Pak Murad juga seneng banget nyindirin Indonesia, yang ini malesin banget.
"Selamat datang di Malaysia, terimakasih kawan kawan dari Indonesia ini mau untuk datang ke negeri kami Malaysia, dengan datangnya anda ke negeri ini, maka anda ikut membantu dalam peningkatan devisa negeri kami", langsung berasa durhaka deh sama Indonesia T.T
FYI, Indonesia dan Malaysia memang memiliki hubungan yang dekat dan akrab. Indo dan Malay berada dalam satu wilayah Asia bagian tenggara, Hal inilah juga yang melatarbelakangi terbentuknya organisasi ASEAN. selain itu pula Indo dan Malay sama sama ras melayu mongoloid. Tapi saudara dekatpun juga sering bertengkar, begitu juga kedua negara ini. dari jaman Indonesia baru merdeka dan Malaysia belum merdeka, kedua negara ini sudah sering terlibat konflik. Yang paling dahsyat adalah konfortasi pengambil allihan serawak (kalimantan utara) oleh Malaysia dari tangan Indonesia, sehingga muncullah semboyam "Ganyang Malaysia" yang amat melegenda.
Perjalanan dari KLIA ke Kuala Lumpur lumayan lama, sekitar 35 km jauhnya. Tapi karena jalan yang dilewati merupakan jalan tol super, perjalanannya sangat singkat, Memang disini patut diakui bahwa infranstruktur di Malay memang setahap lebih maju di dari pada di Indo.
Sepanjang perjalanan bypass KLIA dipenuhi oleh tanah merah, gunung kapur dan pohon kelapa sawit, seragam! mungkin kalo nyasar disana tanpa ada petunjuk jalan atau apa, bakalan nyasar kali,
ora kiro eruh lor kidul kulone endi
Di tengah perjalanan berhenti sebentar di suatu rest area yang masih di sekitar Sepang. Tempat rest areanya bagus banget, bersih wangi dan jenis makanannya lengkap. Ada waralaba
daily fresh sweet corn in cup juga mirip di Indonesia, kalo enggak salah harganya untuk cup kecil pas itu RM 3 (pas itu 1 RM= 2800 sekian sekian, kita anggap aja 3000). di rest area menikmati Tea-O (teh biasa) dan jajanan (yang katanya sih asli malaysia) lupa apa namanya, pokoknya mirip jajan mendut disini, oh iya ada juga sandwich telur setengah matang khas inggris banget (fyi malaysia itu negara persemakmuran inggris).
 |
| tandas nya bersih |
 |
| biar kayak mobilnya hehehe -_- |
Perjalanan lanjut, tapi sebelum itu mampir di pusat kota (kalo gak salah daerahmid valley) untuk tukar uang, katanya sih money changer disini harganya paling murah.
 |
| Majalah remaja: kekal no 1 di pasaran |
Nah tepat disamping pertokoannya money changer itu ada Sevel! dan gara gara terlalu senengnya ketemu my little slurpee gak sadar kalo ternyata slurpeenya belum mateng, hahaha -_-
Sevel di KL sama kayak sevel di Jakarta, tapi kalo di Jakarta sevel itu gede gede dan jadi tempat nongkrong, kalo di sana sevel nya ukuran nya lebih kecil, seperti Alfamart atau Indomaret lah kalo di sini.
Oh iya, yang di foto di atas itu majalah "remaja", pesenannya icen. Si icen pesen oleh olehnnya agak unik: minta sesuatu yang gak bisa ditemukan di Indonesia! Kalo baju, tas, aksesori serba Malaysia itu mungkin sudah bisa di beli disini, Nah kalo majalah berbahasa melayu kan gak ada kalo gak ke Malaysia langsung!
Harga majalah di Malaysia murah banget lho, Majalah remaja diberi harga hanya RM 5! Sementara untuk koran harganya RM 2,7
 |
| penjaganya gak ketip sama sekali |
 |
| pasukan berkuda |
Obyek wisata pertama yang dikunjungi yaitu Istana negara Malaysia (Muzium Diraja), Istana ini merupakan kediaman yang dipertuan agung raja Malaysia. Karena lagi gak dibuka untuk umum jadi cuma bisa maian main di gerbangnya saja. Istana Negara ini bergaya Inggris, ya karena Malaysia persemakmuran inggris, bahkan penjaganya pun mirip sama yang ada di Inggris (kayak pernah ke inggris aja hahaha)
Hari beranjak siang, Waktunya makan makan!
Kali pertama ini mencoba makan di kompleks paling favorit di Kuala lumpur buat foto foto. Kompleks Merdeka! Jadi kompleks merdeka itu merupakan suatu area di pusat kota yang mempertahankan bangunan peninggalan inggris yang sungguh eksotis. Diantaranya Railway station, KL city gallery, Musium tekstil nasional, masjid jamek dan Restauran Warisan! Nah restaurant warisan ini recommended banget! dengan hanya RM 16 bisa menikmati makanan khas Malaysia secara buffet, All you can eat!
 |
| makan banyak, dessertnya agar agar 'sumbo' (warnanya itu lho ijo biru pekat banget) |
 |
| cokelat panas <3 |
Destinasi selanjutnya di Hari 1! Lawatan ke Sekolah rendah Bukit Bintang, Genting highlands dan Chinatown!